Rabu, 04 Juli 2018

Tersadar

Mengapa perasaan yang sudah ada bertahun-tahun lamanya masih selalu sama hingga saat ini.
Masih selalu berdebar ketika bertatap muka.
Masih selalu gugup ketika saling berbicara.
Dan masih selalu khawatir ketika tidak bertukar kabar.
Masih teringat bagaimana bahagianya ketika hubungan kita masih baik-baik saja meskipun sudah tak bersama.
Tetapi sekarang, mungkin untuk sekedar besenda gurau saja kamu enggan.
Apakah sebenci itu?
Malam itu menjelang shubuh, membuatku semakin tersadar, bahwa perasaanmu sudah benar-benar hilang. Hingga pagi menjelang, melihatmu membuatku ingin menangis sekencang-kencangnya.
Pagi yang dingin, hanya melihat punggungmu saja membuat hatiku seperti tertusuk pedang panas.
Pagi itu, kamu tidak tau, dalam dekapanmu aku menangis, hatiku sakit. Karena aku mulai tersadar, dekapanmu hanya untuk saat itu saja.
Tersadar betapa bodohnya aku yang sebelumnya merengek meminta kejelasan tetapi kembali tenggelam kedalam pemanfaatan yang kamu bicarakan.
Sulit untuk menyalahkan siapapun, sulit untuk menghapus ingatan itu. Sulit pula untuk menghadapi kenyataan bahwa hal itu tidak didasari dengan kasih sayang, melainkan hanya peluang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar