silent is golden katanya, terkadang memang ada situasi dimana kita harus diam agar hubungan tetap terjalin dengan baik.
terkadang kita sudah tau apa yang akan terjadi ketika kita mulai "bicara".
terkadang kita menjadi seolah olah akan siap menghadapi situasi yang berbeda dari sebelumnya.
tapi nyatanya memang semuanya membutuhkan proses.
ketika dimana hal yang selalu kita pendam di keluarkan secara tiba-tiba dan situasi mulai berubah.
ketika apa yang diharpkan tidak sesuai dengan ekspektasi akan timbul penyesalan.
hubungan antar manusia memang rumit, dimana apa yang ditangkap oleh panca indra kita tidak sesuai dengan apa yang "dia" tangkap.
bicara tentang "dia".
dia yang mungkin tidak pernah memikirkan apapun.
dia yang mungkin tidak merasa bersalah.
dia yang mungkin tidak peduli.
dia yang mungkin acuh terhadap apa yang Ia bicarakan.
dia yang mungkin tidak pernah merasakan apa yang "saya" rasakan.
bicara tentang "saya"
saya yang mungkin menyesal
saya yang mungkin ingin mengulang waktu
saya yang mungkin ingin melupakan
saya yang mungkin berkespektasi terlalu tinggi
saya yang mungkin terlalu naif
saya yang mungkin "mencintai" terlalu dalam
bicara tentang "mencintai"
mencintai bukan berati harus memiliki katanya, entah itu benar atau tidak tapi yang saya rasakan memang benar. ketika kita mencintai seseorang dengan sangat tulus, sebenarnya kita tidak akan peduli dengan siapa Ia akhirnya akan bersanding.
yang saya pikirkan hanyalah
kamu baik baik aja kan?
kamu sehat kan?
kamu makannya bener kan?
kamu tidurnya bener kan?
urusan kamu lancarkan?
ibadah kamu masih terus kan?
bukan tentang hubungannya dengan "orang lain" tetapi tentang dirinya sendiri, meskipun saya tau dibenaknya tidak pernah terbesit pertanyaan itu untuk saya.
mendengar kabar "dia lagi sakit loh" sangat lebih menyakitkan hati dibandingkan "dia lagi deket sama cewe loh"
kadang ada waktu dimana pikiran saya dipenuhi oleh pertanyaan pertanyaan tentang dia, terkadang ego saya muncul untuk benar-benar mempertanyakannya. tetapi saya selalu tersadar lagi karena saya pernah berjanji tidak akan pernah menggangunya lagi.
bicara tentang "mengganggu"
apa dicintai seseorang itu akan merasa terganggu?
mungkin dia pernah terganggu oleh saya dengan pertanyaan-pertanyaan saya waktu dulu.
saya tau dia terganggu karena sering terlontar kalimat
"banyak nanya ih"
"bawel ih"
ketika dahulu presepsi saya perasaan saya dan dia sama, kalimat itu tidak mengganggu saya. tetapi ketika saya tau yang sebenarnya, seharusnya dengan keluar kalimat itu saya sudah harus tau bahwa dia terganggu.
masih sangat jelas di ingatan saya bagaimana senangnya ketika terbangun ada pesan masuk yang hanya ber isi kan
"udah tidur?"
ngobrol hanya untuk sekedar bertukar kabar, hanya untuk pertanyaan pertanyaan yang biasa dilontarkan oleh orang lain, tetapi ketika dia bertanya entah mengapa sebahagia itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar