release all your burdens
through heavy breathing
even though I said
"Everything is alright"
You know I'm lying
I can't promise you
I will only hug you
there is no eternal winter
the sun will come
wait a little more
hold on for a little longer
I'm always there with you
I'll always be there
Selasa, 11 September 2018
23:27
Senin, 10 September 2018
DELUSI
semakin aku memikirkanmu
semakin aku merindukanmu
semakin aku membencimu
semakin aku merindukanmu
berapa malam lagi
aku harus menunggu
berapa lama lagi
agar kamu datang
akankah hari itu tiba
hari yang diimpikan
akankah mimpi menjadi nyata
mimpi yang membawa senyuman
untuk menjadi kita
ini cerita kita
mengapa mereka yang berperan
bisakah kamu menungguku sebentar lagi ?
aku akan datang
bisakah kamu menungguku sebentar lagi?
aku akan datang, bertahanlah
Kamis, 06 September 2018
4'Oclock
suatu hari, aku menulis surat yang panjang untuk bulan.
Ia tidak lebih bersinar darimu, tapi aku menyalakan lilin kecil.
di suatu taman saat fajar, burung tanpa nama bernyanyi..
dimanakah kamu....
mengapa kau menangis, padahal hanya ada aku dan kamu disini..
aku dan kamu..
suara nyanyianmu yang menyelinap kedalam malam membawa merahnya pagi selangkan demi selangkah lagi..
saat fajar mulai sirna, dan bulan mulai tertidur
cahaya biru yang ada bersamaku pun
Menghilang....
Senin, 30 Juli 2018
DIORAMA
"harusnya cerita ini bisa berakhir lebih bahagia tapi kita dalam diorama".
"harusnya sisa masa kubuat indah menukar sejarah tapi kita dalam diorama".
Entah apa yang ada di presepsi orang lain ketika mendengarkan lagu Diorama -nya Tulus, aku menjadi teringat suatu kisah ketika mendengar lagu itu.
Satu kisah dimana tidak ada penjelasan, hanya diterka-terka, hanya sekedar "mungkin".
Hari itu entah kenapa Ia tidak seperti biasanya, Hari itu aku merasa Ia lebih perhatian dari sebelumnya, hari itu kita mengisi hari dengan bertukar kabar dari pagi hingga menjelang tidur.
bahkan hari-hari berikutnya, sampai akhirnya kita bertemu.
tetapi setelah pertemuan itu tidak ada lagi komunikasi, perhatian, sama sekali tidak ada, aku berpikir mungkin oke seperti sebelum-sebelumnya, rasa rindunya sudah hilang, makanya Ia tidak "meneruskan".
lalu hari berganti hari, akhirnya ketika luka lama ku mulai reda, aku kembali kepada orang itu, sampai ada satu moment dimana media sosial lah yang berpengaruh. Hari itu potretku ada di media sosial orang itu. lalu entah kenapa setelah melihat hal tersebut, Ia membuat sebuah unggahan dengan tulisan "Pergilah Jangan Kau Kembali".
Melihat postingan itu aku mulai kepikiran dan berpikir apakah itu untukku? Jika memang iya, mengapa bisa aku tidak peka, aku pikir Ia datang hanya untuk melepas kerinduan saja seperti biasanya tanpa ada maksud lain.
semuanya sudah terjadi, tetapi tidak ada yang bisa dirubah dari hubungan ini. mungkin karena kita seperti Diorama, dan Allah lah yang menjadi Seniman nya. karena setelah bertahun-tahun pun kita tetap tidak bisa bersama.
Rabu, 04 Juli 2018
Tersadar
Mengapa perasaan yang sudah ada bertahun-tahun lamanya masih selalu sama hingga saat ini.
Masih selalu berdebar ketika bertatap muka.
Masih selalu gugup ketika saling berbicara.
Dan masih selalu khawatir ketika tidak bertukar kabar.
Masih selalu berdebar ketika bertatap muka.
Masih selalu gugup ketika saling berbicara.
Dan masih selalu khawatir ketika tidak bertukar kabar.
Masih teringat bagaimana bahagianya ketika hubungan kita masih baik-baik saja meskipun sudah tak bersama.
Tetapi sekarang, mungkin untuk sekedar besenda gurau saja kamu enggan.
Apakah sebenci itu?
Apakah sebenci itu?
Malam itu menjelang shubuh, membuatku semakin tersadar, bahwa perasaanmu sudah benar-benar hilang. Hingga pagi menjelang, melihatmu membuatku ingin menangis sekencang-kencangnya.
Pagi yang dingin, hanya melihat punggungmu saja membuat hatiku seperti tertusuk pedang panas.
Pagi itu, kamu tidak tau, dalam dekapanmu aku menangis, hatiku sakit. Karena aku mulai tersadar, dekapanmu hanya untuk saat itu saja.
Tersadar betapa bodohnya aku yang sebelumnya merengek meminta kejelasan tetapi kembali tenggelam kedalam pemanfaatan yang kamu bicarakan.
Sulit untuk menyalahkan siapapun, sulit untuk menghapus ingatan itu. Sulit pula untuk menghadapi kenyataan bahwa hal itu tidak didasari dengan kasih sayang, melainkan hanya peluang.
Jumat, 09 Februari 2018
DIA
silent is golden katanya, terkadang memang ada situasi dimana kita harus diam agar hubungan tetap terjalin dengan baik.
terkadang kita sudah tau apa yang akan terjadi ketika kita mulai "bicara".
terkadang kita menjadi seolah olah akan siap menghadapi situasi yang berbeda dari sebelumnya.
tapi nyatanya memang semuanya membutuhkan proses.
ketika dimana hal yang selalu kita pendam di keluarkan secara tiba-tiba dan situasi mulai berubah.
ketika apa yang diharpkan tidak sesuai dengan ekspektasi akan timbul penyesalan.
hubungan antar manusia memang rumit, dimana apa yang ditangkap oleh panca indra kita tidak sesuai dengan apa yang "dia" tangkap.
bicara tentang "dia".
dia yang mungkin tidak pernah memikirkan apapun.
dia yang mungkin tidak merasa bersalah.
dia yang mungkin tidak peduli.
dia yang mungkin acuh terhadap apa yang Ia bicarakan.
dia yang mungkin tidak pernah merasakan apa yang "saya" rasakan.
bicara tentang "saya"
saya yang mungkin menyesal
saya yang mungkin ingin mengulang waktu
saya yang mungkin ingin melupakan
saya yang mungkin berkespektasi terlalu tinggi
saya yang mungkin terlalu naif
saya yang mungkin "mencintai" terlalu dalam
bicara tentang "mencintai"
mencintai bukan berati harus memiliki katanya, entah itu benar atau tidak tapi yang saya rasakan memang benar. ketika kita mencintai seseorang dengan sangat tulus, sebenarnya kita tidak akan peduli dengan siapa Ia akhirnya akan bersanding.
yang saya pikirkan hanyalah
kamu baik baik aja kan?
kamu sehat kan?
kamu makannya bener kan?
kamu tidurnya bener kan?
urusan kamu lancarkan?
ibadah kamu masih terus kan?
bukan tentang hubungannya dengan "orang lain" tetapi tentang dirinya sendiri, meskipun saya tau dibenaknya tidak pernah terbesit pertanyaan itu untuk saya.
mendengar kabar "dia lagi sakit loh" sangat lebih menyakitkan hati dibandingkan "dia lagi deket sama cewe loh"
kadang ada waktu dimana pikiran saya dipenuhi oleh pertanyaan pertanyaan tentang dia, terkadang ego saya muncul untuk benar-benar mempertanyakannya. tetapi saya selalu tersadar lagi karena saya pernah berjanji tidak akan pernah menggangunya lagi.
bicara tentang "mengganggu"
apa dicintai seseorang itu akan merasa terganggu?
mungkin dia pernah terganggu oleh saya dengan pertanyaan-pertanyaan saya waktu dulu.
saya tau dia terganggu karena sering terlontar kalimat
"banyak nanya ih"
"bawel ih"
ketika dahulu presepsi saya perasaan saya dan dia sama, kalimat itu tidak mengganggu saya. tetapi ketika saya tau yang sebenarnya, seharusnya dengan keluar kalimat itu saya sudah harus tau bahwa dia terganggu.
masih sangat jelas di ingatan saya bagaimana senangnya ketika terbangun ada pesan masuk yang hanya ber isi kan
"udah tidur?"
ngobrol hanya untuk sekedar bertukar kabar, hanya untuk pertanyaan pertanyaan yang biasa dilontarkan oleh orang lain, tetapi ketika dia bertanya entah mengapa sebahagia itu.
Langganan:
Komentar (Atom)