Cerita ini sebenarnya cerpen ke 61 saya,tapi cerpen ini adalah cerpen pertama saya yang saya tulis di blog ini,ohiya cerita ini benar benar fiksi jadi saya mohon maaf apabila ada kesamaan cerita,tokoh atau yang lain lain;) hope you enjoy the short story
. AYAH,MAAFKAN AKU penulis : @vanyasitar
Aku benci masuk sekolah ini,sekolah kumuh sekolah lusuh kenapa sih mami masukin aku ke sekolah kaya gini?emangya gak ada sekolah lain apa di kota ini yang lebih bagus?disini jarang ada transportasi umum,ini benar benar kampung,aku senang sih tinggal disini untuk beberapa saat,maksudku hanya untuk liburan ya.bukan menetap sampai yang aku gak tau sama sekali berapa lama. Okey aku akui view disini sangat indah,rumahku di atas puncak bukit dan aku bisa melihat pantai dari sini. Apalagi ketika sunset,pemandangan pantai dari atas bukit itu benar-benar sangatlah indah. Rumahku yang sekarang sangatlah berbeda dengan rumahku di jakarta. Kamarku yang suhunya selalu sejuk karena AC sekarang berubah total. Suhu nya menjadi sangat tidak karuan. Kamarku yang semula penuh dengan tempelan tempelan majalah berubah hanya menjadi bilik bilik yang rapuh. Sepertinya jika ada hujan badai yang sangat besar rumahku ini akan runtuh..fiuh. disinipun angkot dijadwal,hanya lewat pukul 7 pagi,12 siang,dan 5 sore. Dan lebih parah lagi, aku sama sekali tak diperbolehkan bawa mobil ke sekolahku yang sekarang. Padahal dijakarta aku bebas menggunakan mobilku. Jika berjalan kaki aku bisa sampai ke sekolah sekitar 1 jam. Aku gak tau persis berapa kilometer jaraknya.tapi sangat bisa di bayangkan. Aku yang sudah cantik,rapi untuk pergi ke sekolah dari rumah.tiba di sekolah dengan keadaan lusuh,kucel dan tidak karuan.dan hari pertama masuk sekolah aku sama sekali tidak diantar oleh mami. Memang tidak nyasar karena hanya itu satu-satunya SMA di daerah ini, tapi setidaknya mami mengantarku untuk hari pertama saja. Entah apa yang dilakukan ayahku di jakarta sehingga aku harus tinggal disini,penjelasan mami tidak pernah jelas, Ia hanya ingin pisah dengan ayahku. Dan kembali ke kampungnya. Dan tentu saja membawa aku,anak satu-satunya. Sebenarnya aku tidak terlalu keberatan,setres,depresi dan sebagainya ketika mami memutuskan untuk bercerai dengan ayah. Karena aku dan ayah hanya pernah bertemu 15kali, perkiraan ku seperti itu,karena ayahku bekerja di aussie sejak mami menikah dengannya dan hanya pulang 1tahun sekali,itupun hanya 1hari. Dan aku tidak membiasakan diri dekat dengan ayah. Jika ayah pulang pun aku tidak menyambutnya aku hanya diam di kamar. Sampai ayah datang menghampiriku ke kamar dan menanyakan keadaanku. Selalu seperti itu saat ayah pulang. Jadi yang membuatku depresi bukan karena mami yang bercerai dengan ayah tapi karena kepindahan ku ke kampung asal mami ini,karena aku meninggalkan teman-temanku,karena aku meninggalkan club modern dance ku,karena aku meninggalkan kamarku,karena aku meninggalkan.....Alan. Alan berjanji kepadaku akan mengunjungiku 1bulan sekali. Alan lelaki sempurna,dia adalah cinta pertamaku,setelah 15 tahun aku menjaga hatiku rapat-rapat,akhirnya ada yang mampu membuatku luluh, dia Alan Winara,hidungnya mancung.itu yang paling aku suka. Aku berpacaran dengannya sudah 3 bulan.waktu yang sangat singkat sehingga kita harus terpisahkan oleh jarak. Huhuhuhhu Ketika masuk kelas,aku menyadari semua mata di kelas itu memperhatikan aku mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki,aku benar-benar risih diperhatikan seperti ini. Ruangkan kelas ini lumayan bagus karena temboknya berwarna pink muda,yayyy i love pink. Tapi ketika melihat orang-orang yang menempati kursi-kursi didepanku. Membuatku malas untuk membuka mata. Aku ingin segera bangun. Aku ingin segera bangun dari tidurku ini,meskipun aku tau ini dunia nyata dan bukan mimpi, tapi aku sangat berharap ini adalah mimpi buruk dan aku akan segera bangun di kasurku dengan alarm jam weker. Itu mustahil.... Bu Nani wali kelasku disini menyuruhku memperkenalkan diri. Tanpa basa-basi aku langsung memperkenalkan diri "hay,namaku riana andin,kalian bisa panggil aku andin. Hanya andin tanpa riana,aku berasal dari jakarta. Rumahku diatas bukit yang jauh disana,aku gatau nama bukitnya apa. Dan aku datang kesini jalan kaki,makanya aku kucel." omonganku polos setengah curhat. Semua orang di ruangan bertembok pink itu hanya melongo mendengar penjelasanku. Setelah itu bu nani menyuruh ku duduk semua kursi disini sudah terisi kecuali kursi diujung paling belakang. Sangat terpaksa, aku duduk disana dan....,sendirian. ditengah-Tengah pelajaran, tiba-tiba aku ingin buang air kecil,lalu aku beranjak dari kursi ku dan meminta izin kepada guru matematika yang sangat membuatku ngantuk karena materi ini sudah diajarkan di jakarta untuk permisi ke toilet. "permisi pa,saya mau izin ke kamar mandi"ujarku. "oke,tapi bukankah anda murid baru ya?apakah anda sudah tau letak kamar mandi disini?"jawabnya sangat baku. Aku hanya nyengir, lalu tiba-tiba seseorang berdiri dari kursinya dan berjalan kedepan. "biar saya saja yang mengantar pak" ujarnya, "oke bagus amira" jawab guru itu. Lalu aku dan cewek yang bernama amira itu berjalan keluar kelas dan menuju kamar mandi,oh anak ini bernama amira,nama yang cukup bagus untuk wilayah seperti ini,aku dan amira sama-sama membisu selama berjalan ke kamar mandi,dan aku masuk satu ruangan yang hanya ada satu kamar mandinya. Ketika aku keluar dari kamar mandi,barulah amira memecahkan keheningan yang ada sejak aku keluar dari kelas tadi. "ehh,kamu mau gak jalan-jalan kepantai nanti abis pulang sekolah?" ajaknya. Aku langsung mengiyaka saja karena aku pikir tidak ada salahnya aku berjalan-jalan daripada aku bosen juga kan dirumah. akhirnya bel pulang pun berbunyi,aku menghampiri amara,amarapun mengerti maksudku. Ia langsung berdiri dan langsung mengajakku untuk pergi. Jarak pantai dengan sekolahku tidak terlalu jauh. Hanya butuh 15 menit berjalan kaki untuk sampai dipantai,itupun aku sama sekali tidak merasa capek. Karena aku terus mengobrol dengan amara. Sesampainya di pantai aku hanya duduk diatas batu di pinggir pantai sambil melihat ombak yang berlomba-lomba menyapu pasir dan batu di pinggir pantai. Aku mulai intropeksi diriku yang melihat segala sesuatu itu hal yang rendah dibanding denganku. Aku tersadar sekarang tidak ada yang perlu disesali karena aku tinggal disini.untuk apa aku tinggal di jakarta yang penuh dengan polusi?dan aku hanya bisa melihat gedung-gedung tinggi? Sedangkan di sini?rumah tembok pun jarang.rumah-rumah disini hanya dari bilik-bilik rapuh. Kalaupum ada rumah tembok,itu pasti rumah orang kaya. Kendaraan disini tidak seperti dijakarta, hidup disini membuat orang menjadi lebih sehat karena lebih sering berjalan kaki. Ya tuhan mami benar,aku tidak akan menyesal hidup disini. Aku pulang kerumah dengan keadaan hati tenang dan menerima semuanya tanpa berharap kalau ini mimpi. malam ini aku mulai bisa tidur tenang sepertinya tidak seperti kemarin hatiku tak karuan karena kesal. Ketika aku berniat ke kamar mandi,karena kamar mandi disini berada diluar rumah aku mengambil senter lalu menyalakamnya dan berjalan keluar,ketika hampir 1 meter lagi aku sampai di kamar mandi aku merasa ada yang membekapku dari belakang dan sebelum melakukan perlawanan tiba-tiba aku merasakan pusing dan kepalaku sakit dan aku tak ingat apapun. Ketika aku tersadar aki sangat kaget karena didepanku adalah ayah yang sedang menangis. "ayah kenapa ada disini?kenapa aku ada disini?kenapa ayah menangis?"tanyaku heran. "ayah senang sekali sayang karena masih bisa melihat kamu walaupun dengan cara seperti ini karena ibumu tidak mengijinkan ayah bertemu denganmu lagi,ayah sayang sekali sama kamu" ujar ayah sambil menangis. Tiba-tiba hatiku terhentak "kalo ayah sayang sama aku?kenapa ayah selalu menemuiku setahun sekali?bukankah artinya ayah hanya sayang pada pekerjaan aja?waktu untuk kerjaan 364hari sedangkan waktu untukku hanya 1hari." ujarku gusar. Mata ayah semakin memerah Ia memelukku, "kamu salah sayang,selama ini mama kamu yang melarang ayah untuk bertemu denganmu,mungkin sekarang waktunya untuk ayah berbicara kepada semuanya karena sekarang kamu sudah besar,dan ayah takut ayah tidak punya kesempatan untuk membicarakan hal ini padamu karena waktu ayah tidak lama lagi" "maksud ayah apasih aku gangerti"potongku. "sayang,sebenarnya ayah tidak bekerja di aussie dan pulang setahun sekali,ayah setiap hari ada di Indonesia,ayah sebenarnya tidak punya pekerjaan,setiap hari ayah selalu memperhatikan dan mengikuti kamu kemanapun kamu pergi,sampai terakhir tadi kamu dipantai bersama seorang temanmu pun sebenarnya ayah ada sayang..sayang sebenarnya ayah bercerai dengan ibumu dari kamu masih di dalam kandungan,karena ayah mengidap penyakit HIV dan ayah tidak mau ibumu mendapat dampak buruknya" tiba-tiba mataku terasa hangat sekali dan dadaku terasa sesak seperti ingin mengeluarkan semua air yang sudah terkenang di mata ini. "sayang,waktu ayah untuk hidup hanya sebentar lagi,ayah ingin waktu terakhir ayah dihabiskan bersama kamu sayang dan ayah meminta tolong kepada mamamu untuk mengizinkan kamu tinggal bersama ayah,tapi mamamu melarangnya dan membawamu kesini". kenapa semua seperti ini?kenapa selama 15 tahun ini aku begitu bodoh,kenapa setiap ayah datang setahun sekali aku tidak pernah menyambutnya?ayah sebenarnya aku sayang ayah. Aku selalu iri setiap kali melihat teman-temanku yang begitu dekat dengan ayahnya dan sesekali mereka makan bersama denga ayah dan ibunya. Sedangkan aku? 15 tahun aku tidak pernah merasakan makan satu meja dengan ayah. Ayah aku tau kamu mendengar isi hatiku ini aku tau ayah dengar dan merasakan kalo aku juga sayang ayah. Tapi kenapa ayah?kenapa tidak dari dulu ayah mengungkap semuanya?kenapa ayah mengungkap ini semua dan aku tak sempat membalas semuanya?aku tak sempat duduk dipangkuan ayah,aku tak sempat makan satu meja dengan ayah. Kenapa Sekarang ayah malah membeku dihadapanku?kenapa ayah berbaring dengan kedua tangan ayah di perut dan kenapa badan ayah begitu dingin?apa ayah tak memberikan kesempatan untuk aku untuk merasakan kasih sayang ayah?ayah kenapa kau menghembuskan nafas terkahir ketika ayah memeluku dan aku tidak sempat membalas pelukan ayah. Terimakasih ayah,aku bangga punya ayah seperti ayah, ayah maafkan aku yang tak menyadari keberadaanmu dan hanya menganggapmu angin lewat. Selamat jalan ayah, tunggu aku disurga.
Jumat, 17 Mei 2013
Jumat, 22 Februari 2013
terimakasih
semua orang tidak akan pernah tau takdir yang akan dihadapi kedepannya. aku takkan pernah tau apa jadinya aku tanpa kamu. apa jadinya aku tanpa perhatianmu,aku sudah mulai terbiasa dengan semuanya.aku sudah mulai terbiasa dengan perhatianmu dan juga kasih sayang yang setiap hari kau berikan dan aku merasakan semua itu tulus. tapi sekarang apa?kamu tinggalkan aku dengan alasan kamu sayang tapi tak mau menyakitiku? itu bohong! aku akan lebih sakit jika kau tinggalkan.semua omonganmu adalah omong kosong,aku pikir kamu beda dengan pria lain.tapi ternyata tidak sama sekali tidak, kamu sama saja dengan pria pria yang lain yang pernah aku kenal sebelumnya. terimakasih atas semuanya terimakasih karna kau telah mengajarkanku bagaimana caranya mencintai dan dicintai,memperhatikan dan diperhatikan,dan juga kau telah mengajariki bagaimana sakitnya tidak didengarkan.terimakasih karna semua janji kamu adalah bohong dan takkan pernah terwujud, mimpi mimpiku selama ini hancur dalam sekejap hanya karena kebohonganmu.TERIMAKASIH
Langganan:
Komentar (Atom)